Dua tahun yang lalu tepatnya setelah mendaki gunung
sumbing, kami berencana mendaki ke atapnya Jawa Tengah. Berharap menjadi
pendakian yang sangat berkesan bagi kami karena tidak terasa kami telah
memasuki masa akhir studi di kampus peternakan undip. Mungkin saja ini akan menjadi
pendakian terakhir kami, namun kami harus menunda rencana tersebut karena aktifitas
vulkanis gunung slamet meningkat dan jalur pendakian resmi ditutup.
Rabu, 30 Maret 2016
Selasa, 28 April 2015
34 Hari Jelajah Celebes, Gunung - Laut - Budaya
Akhirnya rasa penasaranku akan
keunikan kapal pinisi dan kerbau toraja (tedong saleko) terjawab sudah. Tak
hanya itu, aku juga berkesempatan bersua dengan puncak tertinggi di Pulau Sulawesi
yang menjadi bagian dari The 7 Summits of
Indonesia. Ditambah lagi dapat melihat kemegahan karst terluas kedua di
dunia. Selain itu, lidah juga dimanjakan dengan kenikmatan coto makassar,
konro, pallubasa, kopi, saraba, dan tentunya buroncong yang menjadi jajanan favoritku.
Perjalananku selama 34 hari ini menghabiskan biaya Rp 1.970.500,00. Masih dengan cara ekonomis, beginilah kisah solotrip pertamaku ke luar Pulau Jawa.
Rabu, 21 Januari 2015
Gunung Ciremai, Melebur Rindu
Tanpa terasa sudah 6 bulan lamanya kami tak terlibat dalam sebuah petualangan rimba. Ya, karena terakhir kali aku berpetualang bersama tim argopuro adalah bulan juni tahun lalu. Ketika rindu akan alam telah mencapai ujung ubun-ubun, kami memutuskan untuk berpetualang ke Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) tepatnya mendaki gunung salak via cidahu. Kami pun membeli tiket kereta keberangkatan tanggal 11 januari 2015. Bagus dan Farid berangkat dari Stasiun Semarang Poncol, sedangkan aku berangkat dari Stasiun Purwokerto. Lalu kami menentukan lokasi pertemuan kami yaitu di Stasiun Jatinegara. Aku sedikit mengalami masalah karena tiket kereta kelas ekonomi jurusan ibukota sudah pada habis. Aku memutuskan untuk menggunakan kereta kamandaka sampai stasiun tegal, kemudian dilanjutkan dengan kereta tegal ekspres. Urusan tiket sudah beres, namun H-2 keberangkatan aku mendapat kabar bahwa jalur pendakian gunung salak ditutup per 1 januari 2015.
Senin, 22 September 2014
27 Hari Meraba Pulau Flores, Komodo, dan Gunung Tambora
Perjalanan kami bisa dibilang memang agak susah, ya begitulah konsekuensi dari jalan-jalan murah. Tapi yang jelas, ada kepuasan karena kami selama 27 hari hanya menghabiskan dana Rp 2.087.000, 00. Kalau di rata-rata per harinya tidak sampai seratus ribu. "Tuhan bersama para petualang" seperti apa kisahnya??
Sebenarnya, rencanaku hanyalah jalan-jalan ke pulau komodo menggunakan kapal pelni kelas ekonomi. Selain murah, aku juga penasaran dengan atmosfir disana. Aku memang menggilai transportasi kelas ekonomi, seringnya ya naik kereta atau bus. Nah ini akan jadi pengalaman pertmaku berlayar beberapa hari menggunakan kapal penumpang. Mulailah aku menyusun rencana, persiapan sekitar satu bulan karena jadwal kapal yang tak menentu harus dipertimbangkan. Aku memilih KM Tilongkabila jurusan Benoa - Bitung yang juga singgah di Labuan Bajo. Harganya juga murah, bila dibandingkan dengan transportasi darat maupun udara. Namun semua rencana tersebut gagal total-
Sebenarnya, rencanaku hanyalah jalan-jalan ke pulau komodo menggunakan kapal pelni kelas ekonomi. Selain murah, aku juga penasaran dengan atmosfir disana. Aku memang menggilai transportasi kelas ekonomi, seringnya ya naik kereta atau bus. Nah ini akan jadi pengalaman pertmaku berlayar beberapa hari menggunakan kapal penumpang. Mulailah aku menyusun rencana, persiapan sekitar satu bulan karena jadwal kapal yang tak menentu harus dipertimbangkan. Aku memilih KM Tilongkabila jurusan Benoa - Bitung yang juga singgah di Labuan Bajo. Harganya juga murah, bila dibandingkan dengan transportasi darat maupun udara. Namun semua rencana tersebut gagal total-
Rabu, 18 Juni 2014
Gunung Argopuro, Dingin Sunyi Damai Cikasur
Setelah pulang dari kepulauan seribu, langsung meminta ijin
kepada orang tua untuk melanjutkan petualangan. Kali ini sedikit alot, tidak
seperti biasanya. Mungkin karena situasinya baru sampai rumah dan besoknya harus melancong
lagi ke Gunung Argopuro. Sebenarnya bulan lalu saya ingin kesini, namun selalu
saja ada halangannya. Sempat cancel 2 kali. Kembali ke trip argopuro, akhirnya
saya mengantongi ijin. Segera packing, karena selasa sore saya harus sudah tiba
di Probolinggo. Saya janjian di kota ini karena mereka (bagus & farid) baru
turun dari Gunung Semeru. Wah jadi teringat sama tim dangdut, walaupun belum
pernah naik gunung namun mas tiax dan mas keling tetap gigih mendaki puncak
mahameru oktober silam.
Selasa, 10 Juni 2014
Kepulauan Seribu, Tempat Bermain Warga Jakarta
Petualanganku masih terus berlanjut, tampaknya setelah dari pulau merah kemarin membuatku ingin snorkeling. karena tak terlalu memiliki banyak waktu dan dana, jadi aku memilih yang dekat-dekat saja yaitu kepulauan seribu. kebetulan ada temen yang mau ikut, dia adalah kapten tim futsal jebfoc. Tanggal 22 Mei 2014 kita berangkat menuju kepulauan seribu. sore itu kami sampai di semarang, kereta tawang jaya berangkat jam 19.00. masih punya banyak waktu, mending kuliner dulu di nasi goreng padang bangjo yang terletak di jalan hasanudin, semarang. letaknya tidak terlalu jauh dari stasiun semarang poncol, sudah lama juga aku tak kesini. namun sekarang pedasnya lebih bersahabat, tidak searogan waktu awal-awal kesini hahahahaha aku jadi rindu teman-teman kuliahku.
Selasa, 20 Mei 2014
Rencana B: Taman Nasional Baluran & Pulau Merah Banyuwangi
25 April 2014
Melanjutkan cerita, memperkaya pengalaman. Perjalanan kali ini juga di luar rencana karena sebenarnya aku ingin berkunjung ke gunung argopuro yang memiliki jalur pendakian terpanjang di pulau jawa. Namun apa boleh buat, mendekati hari H sudah kesana kemari mencari pasukan tidak ada yang bisa karena sedang memiliki kesibukan. Mungkin Tuhan belum mengijinkan ku untuk berkunjung kesini. Oleh karena itu aku memutuskan untuk Solo Traveling ke Baluran (Situbondo) dan Pulau Merah (Banyuwangi). Menentukan kedua lokasi ini hanya berdasarkan googling saja, semakin yakin kesini karena sudah ada akses transportasi umum. Tanggal 25 April jam 16.00 aku segera bergegas berangkat ke solo menuju stasiun solo jebres. hahahaha aku merasa sangat akrab dengan stasiun ini. singkat cerita, jam 19.00 aku sampai di terminal tirtonadi, lalu naik ojek menuju stasiun. segeralah mencari tiket KA Sri Tanjung tujuan banyuwangi baru. alhamdulillah masih dapet tiket. dan malam ini aku harus membunuh kebosanan, beruntung ada beberapa orang pendaki dari jakarta yang baru saja turun dari gunung lawu. kalau membahas gunung memang tak ada habisnya, tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 00.00. gelar matras dan selamat tidur di stasiun solo jebres yang rasanya seperti hotel.
Langganan:
Postingan (Atom)